Bara ini...harus tetap dijaga nyalanya, namun apa daya tenaga tinggal separuh langkah. Sesak dada menghimpit mimpi, suram mata menatap samar dalam cahaya terang. Aku ingin tetap berjalan, tapi... langkah kaki sudah tertatih. Lelah..aku lelah...hap, tiba-tiba ada setelapak tangan menyumpal mulutku, sambil berbisik dia berkata "bukan saatnya mengeluh" lihatlah apa yang sudah kau cecerkan dibelakang sana, semua akan kau biarkan porak poranda? sementara langkah kakimu mau berhenti disitu, "lihatlah...lihatlah di depan sana" seseorang menantimu dengan setumpuk pengharapan, berharap kau mampu menyelesaikan ruas-ruas perjalanan ini sambil tetap memegang bara yang menyala. Buatlah agar lelah kelelahan mengejarmu"
Dan akupun... akhirnya berlari
Bara yang redup pun menyala
seiring berlarinya langkah....
lelah pun kelelahan mengejarku
Ya Alloh, Hidupkanlah aku bila kehidupan itu adalah kebaikan bagiku dan wafatkanlah aku bila kematian itu adalah kebaikan bagiku (Muttafaqun alaih)
Selasa, 24 November 2009
Sabtu, 07 November 2009
Kenapa Aku Disalahkan?
Afwan ya temen-temen PBSI UNEJ (Pend Bahasa dan Sastra Indonesia) bukan maksudku untuk gak solid ma kalian, tapi terus terang aku sama sekali gak suka ama agenda acara yang kalian buat untuk ngospek adik2 angkatan. selain itu aku jga kurang sehat jadi aku mohon maaf, n terus terang aku sempat tersinggung ama omongan salah satu dari kalian yang bilang bahwa aku gak menghargai kerjasama, tapi... gak papalah ini emang salahku. Tapi andai saja tempat dan acaranya gak kayak gitu mungkin aku bisa ikut.
Selasa, 20 Oktober 2009
Aku dan Dia
Aku mencintainya
Aku merindukannya
Aku mengaguminya
Aku membutuhkannya
Aku menantikannya
Seorang yang tak pernah kutatap wajahnya
Seorang yang tak pernah kudengar suaranya
Seorang yang tak pernah kumengerti perangainya
Seorang yang tak pernah kutahu tempatnya
Seorang yang tak pernah kusangka datangnya
Namun aku yakin orang itu adalah yang terbaik dariNya
Untuknya aku akan setia
Untuknya aku akan tertawa
Unuknya aku akan teteskan airmata
Untuknya aku akan ada
Untuknya aku akan menjaga
Untuknya... karena Allah semata
Aku merindukannya
Aku mengaguminya
Aku membutuhkannya
Aku menantikannya
Seorang yang tak pernah kutatap wajahnya
Seorang yang tak pernah kudengar suaranya
Seorang yang tak pernah kumengerti perangainya
Seorang yang tak pernah kutahu tempatnya
Seorang yang tak pernah kusangka datangnya
Namun aku yakin orang itu adalah yang terbaik dariNya
Untuknya aku akan setia
Untuknya aku akan tertawa
Unuknya aku akan teteskan airmata
Untuknya aku akan ada
Untuknya aku akan menjaga
Untuknya... karena Allah semata
Stttt....
Ada yang menawan aku disini
dalam mimpi tak bertepi
mimpi yang seolah hakiki
hakiki yang seolah mimpi
Aku semakin bergulung dalam kekalutan
Mancari hari yang terlewatkan
Menanti sosok yang tersingkirkan
Dan kini pergi karena tak terhiraukan
Kemarin aku tak bisa mempertimbangkan
mana yang harus aku tunjukkan
wajah biru
atau malu
Hingga kini pun aku tak mampu memainkan
karena ini tak kuanggap sebagai permainan
dan akankah kamu kembali terulang?
dengan hati yang tak merasa terbuang
dalam mimpi tak bertepi
mimpi yang seolah hakiki
hakiki yang seolah mimpi
Aku semakin bergulung dalam kekalutan
Mancari hari yang terlewatkan
Menanti sosok yang tersingkirkan
Dan kini pergi karena tak terhiraukan
Kemarin aku tak bisa mempertimbangkan
mana yang harus aku tunjukkan
wajah biru
atau malu
Hingga kini pun aku tak mampu memainkan
karena ini tak kuanggap sebagai permainan
dan akankah kamu kembali terulang?
dengan hati yang tak merasa terbuang
Minggu, 18 Oktober 2009
Tawa Ukhtiku Tercinta
Langit biru memperlebar tawa kita
Desau angin memenjara kita dalam ceria
Jengkal langkah semakin pendek terasa
walau hari begitu panjang bercerita
Kita tak merasa lelah
walau kadang merasa jengah
kita tak merasa kalah
walau pernah ingin menyerah
Dalam sedih masih saja ada tawa
dalam tangis masih saja ada canda
Dan begitulah rentetan hari membawa kita pada sebuah cerita
cerita tentang tawa yang tak ada habisnya
Desau angin memenjara kita dalam ceria
Jengkal langkah semakin pendek terasa
walau hari begitu panjang bercerita
Kita tak merasa lelah
walau kadang merasa jengah
kita tak merasa kalah
walau pernah ingin menyerah
Dalam sedih masih saja ada tawa
dalam tangis masih saja ada canda
Dan begitulah rentetan hari membawa kita pada sebuah cerita
cerita tentang tawa yang tak ada habisnya
Mawar-Mawar Putih

Untaian mawar putih itu
berkelompok
kuncupnya sedikit terbuka
namun belum utuh mekarnya
Mereka mempesona diantara mawar lainnya
putih diantara merah
Berpegang pada aqidah dan syariah
kala mawar lainnya berpegang pada titah dunia
Mawar-mawar putih itu sedikit jumlahnya
hanya ada beberapa diantara ratusan mawar merah
Tak sedikitpun mereka mencecap nikmatnya haram cinta
tak sejengkalpun mereka tergoda untuk menjadi merah
Memang sudah menjadi fitrah
cinta, kebebasan, serta kesenangan
namun mawar-mawar putih
tetap suci pada putihnya
teguh melawan segala keinginan yang bermuara pada keharaman
Mawar-mawar putih
berbalut baju putih abu-abu
dengan kerudung lebar menutup malu
berjalan pada jembatan persahabatan
saling mengingatkan dan menguatkan
kala badai datang menggoyahkan
Mawar-mawar putih
tak sedikitpun terjamah
seperti mawar merah yang murah
Mawar-mawar putih
memenuhi janji diri
tak akan menyerahkan kesucian hati pada yang bukan dihalalkan
Mawar-mawar putih
berbalut baju putih abu-abu
bercengkrama di mushollah sekolah
berbincang tentang aqidah
Kini... mawar-mawar putih telah menapaki hidup yang berbeda
namun masih tetap pada prinsip yang sama
kini putih abu-abu tak lagi membalutnya
digantikan dengan jubah
Kini... mawar-mawar putih makin berseri
ditemani mimpi
ia menjadi muslimah sejati
InsyaAlloh...
Ketika Dunia Terbalik Dalam Menerka
Bagaimana cara mengkritisi yang baik? Maaf saya belum tahu caranya, saya hanya seorang gadis dengan pemahaman ilmu yang sangat sempit, gaya bahasa dan diksi yang seadanya, dan tak punya banyak pengalaman dalam kehidupan. Tapi... saya sangat ingin sekali mengkoreksi apa yang berlawanan dengan cara berpikir saya, saya ingin sekali mengkritisi apa yang sering kali membuat saya mengelus dada. Entah sejak kapan mulanya kebiasaan pacaran dengan gaya berlebihan menjadi trend di tengah-tengah anak muda, dan tak tersisakan sedikitpun rasa malu pada mereka yang begitu gemar mengumbar kemesraan yang sesungguhnya adalah keharaman yang berujung kemurkaan Alloh.
Dan yang lebih memprihatikan lagi, banyk diantara mereka yang tak tahu bahwa pacaran sebelum nikah adalah dosa berpegangan tangan,ciuman dan pelukan itu adalah bagian dari zina, Astaugfirullah... dimanakah Islam? dimanakah Qur An? dimanakah sendi-sendi berpikir yang berakar darinya? katanya negara ini mayoritas penduduknya beragam Islam? tapi... kenapa terlihat seperti negara atheis? Negara yang masyarakatnya mengesampingkan aturan Islam hanya untuk kenimkmatan yang menyesatkan?
Kenapa sekarang semua menjadi serba terbalik? Yang benar dianggap aneh, dan yang salah malah justru dianggap wajar dan biasa. Mengapa saat di kampus semua mata menaruh curiga pada mahasiswi yang bercadar? namun, mereka menganggap sebagai suatu kewajaran jika di kampus ada mahasiswa yang memakai celana turun pinggang. Kenapa sekarang semua menganggap remaja yang tak mau pacaran adalah kumpulan orang-orang yang berlebihan, ketinggalan zaman, terlalu fanatis terhadap Islam? Lantas mereka begitu berbangga hati jika punya catatan pacaran berkali-kali. Kenapa sekarang banyak orangtua yang khawatir jika anaknya ikut dalam organisasi keislaman?dan dalih tersebut berdasarkan penilaian bahwa semua organisasi keislaman adalah organisasi yang sarat dengan terorisme, tapi... kenapa para orangtua tak pernah takut,atopun khawatir malah justru mereka bangga jika anak-anaknya tergabung dalam club modelling, club chlidleader dan club-club sejenis lainnya. Tidakkah mereka mengerti mana yang baik bagi buah hatinya dan mana yang akan menjerumuskannya pada lembah binasa di hari depan nanti?
Andai saja semua manusi bisa memilah dan memilih mana yang salah dan yang benar bukan mana yang terlihat pantas dan mana yang terlihat tidak pantas,karena kadar kepantasan seringkali menjerumuskan,sesuatu yang terlihat takpantas seringkali sesuatu yang utama dalam agama,dan sesuatu yang terlihat pantas dimata manusia seringkali menjerumuskan kita pada neraka,
Semoga Alloh menganugerahkan pada kita semua otak yang selalu melihat sesuatu dari benar atau tidaknya dalam agama,bukan melihat sesuatu baik atauburuknya dimata manusia. Amiiin...
Dan yang lebih memprihatikan lagi, banyk diantara mereka yang tak tahu bahwa pacaran sebelum nikah adalah dosa berpegangan tangan,ciuman dan pelukan itu adalah bagian dari zina, Astaugfirullah... dimanakah Islam? dimanakah Qur An? dimanakah sendi-sendi berpikir yang berakar darinya? katanya negara ini mayoritas penduduknya beragam Islam? tapi... kenapa terlihat seperti negara atheis? Negara yang masyarakatnya mengesampingkan aturan Islam hanya untuk kenimkmatan yang menyesatkan?
Kenapa sekarang semua menjadi serba terbalik? Yang benar dianggap aneh, dan yang salah malah justru dianggap wajar dan biasa. Mengapa saat di kampus semua mata menaruh curiga pada mahasiswi yang bercadar? namun, mereka menganggap sebagai suatu kewajaran jika di kampus ada mahasiswa yang memakai celana turun pinggang. Kenapa sekarang semua menganggap remaja yang tak mau pacaran adalah kumpulan orang-orang yang berlebihan, ketinggalan zaman, terlalu fanatis terhadap Islam? Lantas mereka begitu berbangga hati jika punya catatan pacaran berkali-kali. Kenapa sekarang banyak orangtua yang khawatir jika anaknya ikut dalam organisasi keislaman?dan dalih tersebut berdasarkan penilaian bahwa semua organisasi keislaman adalah organisasi yang sarat dengan terorisme, tapi... kenapa para orangtua tak pernah takut,atopun khawatir malah justru mereka bangga jika anak-anaknya tergabung dalam club modelling, club chlidleader dan club-club sejenis lainnya. Tidakkah mereka mengerti mana yang baik bagi buah hatinya dan mana yang akan menjerumuskannya pada lembah binasa di hari depan nanti?
Andai saja semua manusi bisa memilah dan memilih mana yang salah dan yang benar bukan mana yang terlihat pantas dan mana yang terlihat tidak pantas,karena kadar kepantasan seringkali menjerumuskan,sesuatu yang terlihat takpantas seringkali sesuatu yang utama dalam agama,dan sesuatu yang terlihat pantas dimata manusia seringkali menjerumuskan kita pada neraka,
Semoga Alloh menganugerahkan pada kita semua otak yang selalu melihat sesuatu dari benar atau tidaknya dalam agama,bukan melihat sesuatu baik atauburuknya dimata manusia. Amiiin...
Langganan:
Postingan (Atom)